Menurut Fariz, Bulog memastikan seluruh komoditas yang diserap tidak dibeli di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP). “Untuk tahun 2026, Perum Bulog, khususnya di wilayah Barito Selatan dan Barito Timur, siap melakukan penyerapan gabah, beras, dan jagung dari petani. Harapan kami, harga komoditas tersebut tidak berada di bawah HPP,” ujarnya, Selasa (20/01/2026).
Fariz menambahkan bahwa pada awal tahun 2026 Bulog juga masih melaksanakan penugasan lanjutan dari tahun 2025, yaitu penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di seluruh saluran distribusi. Program ini merupakan upaya pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga beras bagi masyarakat.
“Penugasan penjualan beras SPHP masih berlanjut di semua saluran. Ini merupakan program lanjutan yang tetap kami jalankan di awal tahun 2026,” jelasnya.
Bulog berharap penyerapan hasil panen dan keberlanjutan program SPHP dapat menjaga stabilitas pangan serta mendukung kesejahteraan petani di wilayah Barsel dan Bartim.(Tomi)