Lewati ke konten

BUNTOK – SMK Negeri 1 Buntok, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, mengambil sejumlah langkah dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kepala SMK Negeri 1 Buntok, Sumarni, S.PI.MM, mengimbau seluruh warga sekolah, baik tenaga kependidikan (tendik), guru, maupun peserta didik untuk mengutamakan kesehatan selama kondisi kabut asap masih terjadi.
“Yang paling utama adalah utamakan kesehatan terlebih dahulu. Kemudian yang kedua, urusan pekerjaan yang ada di sekolah kita laksanakan sesuai dengan surat yang sudah saya sampaikan,” ujar Sumarni.saat di wawancarai di Kantor nya. Kamis (8/10/2026).
Ia menjelaskan, khusus tenaga kependidikan yang bukan guru tetap melaksanakan aktivitas di sekolah mulai pukul 07.00 hingga 12.00 WIB. Sementara itu, bagi guru, kegiatan pembelajaran dapat dilaksanakan di sekolah dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia.
Namun, bagi guru yang terkendala kondisi kesehatan atau situasi kabut asap sehingga tidak memungkinkan melaksanakan pembelajaran dari sekolah, kegiatan belajar dapat dilakukan dari rumah masing-masing.
Menurutnya, pembelajaran jarak jauh (PJJ) dapat memanfaatkan berbagai platform digital, seperti Zoom Meeting, Google Meet, Google Form, maupun platform lainnya yang dinilai efektif untuk menyampaikan materi kepada peserta didik.
“Tidak usah kita membandingkan antara guru satu dan guru lainnya, karena setiap guru mempunyai kemampuan untuk menyampaikan materi dengan versinya masing-masing. Berikanlah versi yang terbaik,” katanya.
Untuk peserta didik kelas X dan XI yang saat ini mengikuti PJJ, Sumarni meminta agar proses pembelajaran tetap dilaksanakan secara maksimal. Apabila terdapat kendala dalam mengikuti pembelajaran melalui Zoom Meeting maupun platform lainnya, peserta didik diminta berkoordinasi dengan guru yang bersangkutan untuk mencari mekanisme pembelajaran yang lebih mudah dipahami.
Sementara itu, bagi 289 peserta didik kelas XII yang saat ini melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di dunia usaha dan dunia industri (DUDI), pihak sekolah meminta agar mereka tetap mengikuti aturan yang berlaku di tempat masing-masing melaksanakan PKL.
“Karena apabila anak-anak kelas XII melaksanakan kegiatan praktik lapang di dunia usaha atau dunia industri, artinya aturan di dunia usaha atau dunia industri itulah yang akan anak-anak ikuti,” jelasnya.
Sumarni juga menyampaikan bahwa pihak sekolah akan melakukan penjemputan peserta didik PKL pada tanggal 29 dan 30 Oktober 2026.
Untuk tanggal 29 Oktober, penjemputan dikhususkan bagi peserta didik yang melaksanakan PKL di dalam kota dan sejumlah unit kerja. Hal tersebut menyesuaikan dengan adanya beberapa unit kerja yang menerapkan sistem work from home (WFH) pada Jumat dan Sabtu.
Peserta didik yang masa kerja di kantor atau lembaga tempat PKL berakhir pada Kamis akan dijemput oleh guru pembimbing sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.
Sedangkan pada 30 Oktober, penjemputan dilakukan bagi peserta didik yang berada di lokasi PKL yang tidak menerapkan sistem WFH.
Pihak sekolah juga meminta seluruh peserta didik untuk melengkapi administrasi dan laporan PKL sebelum kembali ke sekolah.
Setelah seluruh peserta didik kembali, SMK Negeri 1 Buntok dijadwalkan melaksanakan kegiatan pada 2, 3, 4, dan 5 November 2026. Kegiatan tersebut wajib diikuti seluruh peserta didik dan akan menggunakan lima laboratorium yang telah disiapkan sekolah.
“Jangan lupa jaga kesehatan dan jangan lupa bahagia,” pesan Sumarni kepada seluruh warga SMK Negeri 1 Buntok.(RedMKO)
Related Posts
Oktober 9, 2026
Oktober 7, 2026
September 30, 2026
error: Content is protected !!