Lewati ke konten

Buntok – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Buntok, Febryanto, A.Md.P., S.H., M.H., menyampaikan bahwa pihaknya akan melanjutkan sejumlah program yang telah berjalan sebelumnya, sejalan dengan kebijakan nasional Lembaga Pemasyarakatan di seluruh Indonesia. Program tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto dan pelaksanaan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Masyarakat, salah satunya adalah program ketahanan pangan.
“Untuk Rutan Buntok sendiri, program ketahanan pangan ini sudah berjalan dan akan kami teruskan. Kegiatan yang sudah dilakukan antara lain menanam kangkung, cabai, dan berbagai sayur-mayur. Ke depan, kami akan mencoba menanam tanaman pakcoy dengan memanfaatkan lahan di belakang yang telah diolah di atas kolam menggunakan media tanah,” ujar Febryanto.
Ia menjelaskan, selain kegiatan bercocok tanam, Rutan Buntok juga memiliki kolam ikan yang telah ditebar benih dan terus dipantau perkembangannya. Program ini diharapkan dapat memberikan keterampilan bagi warga binaan, sekaligus menciptakan kemandirian pangan di lingkungan Rutan.
Selain ketahanan pangan, Febryanto juga menuturkan bahwa pihaknya akan melanjutkan program rehabilitasi medis (rehab medis) bagi warga binaan, yang rencananya dilaksanakan pada pertengahan November 2025. Program tersebut telah melalui proses asesmen dari pejabat sebelumnya dan akan dilanjutkan dalam waktu dekat.
“Program rehab medis ini kami laksanakan bekerja sama dengan dokter dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Barito Selatan dan Dinas Kesehatan. Kegiatan ini menjadi salah satu fokus kami di akhir tahun 2025,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Febryanto berharap kegiatan rehabilitasi medis ini dapat memberikan manfaat nyata bagi warga binaan, tidak hanya secara fisik tetapi juga secara psikologis.
“Harapan kami, melalui program ini para warga binaan bisa benar-benar berubah. Setelah selesai menjalani program, mereka bisa diterima kembali oleh keluarga dan masyarakat, serta tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama, khususnya kasus penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Program rehabilitasi medis ini menjadi yang pertama kali dilaksanakan di Rutan Buntok dan diharapkan dapat menjadi model pembinaan yang berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya.(TH)
Related Posts
Februari 3, 2026
Januari 28, 2026
Januari 23, 2026