Lewati ke konten

Buntok – Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah (Disdagkop UKM) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, tengah menyiapkan pembangunan Pasar Subuh yang nantinya juga difungsikan sebagai Pasar Malam. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2027.
Kepala Disdagkop UKM Barsel, Harmito, S.Pd.MM,mengatakan pihaknya mendapat target PAD sebesar Rp2,8 miliar padatahun 2027.Target tersebut meningkat dibanding sebelumnya sehingga diperlukan berbagai inovasi untuk mencapainya.
Menurut Harmito, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait pemanfaatan lahan eks kantor pajak yang berada di samping BRI. Hasil koordinasi tersebut telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU), sehingga lahan tersebut dapat dimanfaatkansebagai lokasi Pasar Subuh.
“Harapan kami, Pasar Subuh ini menjadi inovasi untuk meningkatkan PAD yang menjadi target dinas pada tahun 2027,” ujarnya.Jumat (24/7/2026)
Selain pembangunan pasar baru, Disdagkop UKM Barsel juga mulai menerapkan sistem pembayaran retribusi secara non tunai di Pasar Beringin, Pasar Plaza, dan Pasar SAIK.Seluruhpembayaran dilakukan langsung melalui rekening pemerintah daerah melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
Menurut Harmito, sistem tersebut diterapkan untuk meningkatkan transparansi pengelolaan retribusi sekaligus mempermudah pedagang dalam melakukan pembayaran tanpa harus datang ke kantor.
Pasar Subuh nantinya dirancang memiliki dua fungsi. Pada pukul 03.00 hingga 07.30 WIB digunakan sebagai pasar subuh, sedangkan mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB difungsikan sebagai pasar malam yang dilengkapi berbagai hiburan bagi masyarakat.
Di kawasan tersebut juga akan disediakan berbagai fasilitas pendukung seperti toilet, kamar mandi, tempat pembuangan sampah basah dan kering, serta area parkir yang tertata sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas.
Pemerintah juga berencana memberdayakan pelaku UMKM, pedagang malam, serta para pemuda yang memiliki bakat di bidang musik untuk mengisi kegiatan hiburan pada pasar malam, khususnya setiap malam Minggu.
Harmito menjelaskan pembangunan Pasar Subuh tidak menggunakan bangunan permanen, melainkan semi permanen dengan lantai paving dan konstruksi yang mudah dibongkar tanpa menimbulkan kerusakan besar apabila di kemudian hari diperlukan penataan kembali.
Sementara itu, untuk pengembangan Pasar Plaza pada 2027, Disdagkop UKM telah menyiapkan konsep penataan baru yang mencakup fasilitas bioskop, area olahraga biliar, serta pusat kuliner guna meningkatkan daya tarik masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Meski demikian, Harmito mengakui pelaksanaan pembangunan Pasar Subuh masih menyesuaikan kondisi anggaran di tengah kebijakan efisiensi pemerintah. Saat ini lokasi telah direlokasi dan memasuki tahap penimbunan lahan sebelum dilanjutkan ke tahap pembangunan.
Ia berharap seluruh masyarakat dan insan media dapat memberikan dukungan terhadap program tersebut agar menjadi salah satu ikon baru Kabupaten Barito Selatan sekaligus mampu meningkatkan PAD dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.(Tomi)
Related Posts
Juli 24, 2026
Juli 23, 2026
Juli 23, 2026
error: Content is protected !!