Beranda / Uncategorized / Ribuan Hotspot Muncul di Barsel, Pemkab Perkuat Patroli dan Pemadam

Ribuan Hotspot Muncul di Barsel, Pemkab Perkuat Patroli dan Pemadam

PALANGKA RAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Selatan (Barsel) mengerahkan sekitar 200 personel gabungan untuk mempercepat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta dampak kekeringan di wilayah setempat.

Bupati Barito Selatan, Eddy Raya Samsuri, mengatakan penanganan Karhutla dilakukan secara terpadu dan melibatkan berbagai unsur lintas sektor. Kecepatan respons, efektivitas pemadaman serta keselamatan masyarakat dan petugas menjadi perhatian utama dalam setiap penanganan di lapangan.

Hal tersebut disampaikannya dalam rapat evaluasi pencegahan dan penanganan Karhutla di Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Kamis (3/9/2026).

Menurut Eddy, salah satu strategi utama Pemkab Barsel dalam mencegah meluasnya Karhutla adalah melakukan pemantauan titik panas atau hotspot secara berkelanjutan.

Data hotspot yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dipantau setiap hari dan langsung ditindaklanjuti sebagai bagian dari sistem peringatan dini.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada camat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Polsek, Koramil, kepala desa/lurah serta unsur terkait lainnya untuk segera melakukan verifikasi lapangan, patroli maupun penanganan awal apabila ditemukan indikasi kebakaran.

“Dengan mekanisme tersebut, setiap indikasi titik api diharapkan dapat segera ditindaklanjuti sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” ujar Eddy.

Ia mengungkapkan, berdasarkan pemantauan sejak 1 Januari hingga 30 Agustus 2026, tercatat sebanyak 2.037 hotspot di Kabupaten Barito Selatan yang tersebar di enam kecamatan.

Dari jumlah tersebut, Agustus menjadi bulan dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni mencapai 1.938 titik atau 95,14 persen dari total hotspot yang tercatat.

Sementara itu, Kecamatan Dusun Hilir menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni sebanyak 877 titik atau 43,03 persen dari keseluruhan hotspot di Kabupaten Barito Selatan.

Eddy menegaskan bahwa sinergi seluruh unsur menjadi faktor penting dalam mempercepat respons sekaligus meningkatkan efektivitas penanganan Karhutla.

Pemkab Barsel, lanjutnya, terus memperkuat berbagai langkah mulai dari pencegahan, deteksi dini, pemadaman, pendinginan, patroli, pemantauan hotspot hingga perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak.

“Seluruh unsur bekerja sama dalam satu komando untuk respons yang cepat dan terarah. Diharapkan penanganan Karhutla di Barsel terus meningkat dan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung Program Kalimantan Tengah Bebas Asap Tahun 2026,” pungkasnya.(RedMKO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!