Beranda / Berita Daerah / DKPP Barsel Salurkan Beras Cadangan Pangan ke 18 Desa dan Dusun

DKPP Barsel Salurkan Beras Cadangan Pangan ke 18 Desa dan Dusun

BUNTOK – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus menyalurkan cadangan pangan pemerintah daerah kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kepala Dinas DKPP Barsel ida Safitri, SP.MM, melalui, Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Barsel, Raden Nino, mengatakan, meski kondisi keuangan daerah saat ini mengalami efisiensi, pemerintah daerah tetap berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab kepada warga.

“Tahun 2026 ini pemerintah menganggarkan cadangan pangan pemerintah daerah sekitar 20 ton atau 20 ribu kilogram beras. Beras yang disalurkan jenis premium dengan kemasan lima kilogram,” kata Raden Nino, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, penyaluran cadangan pangan tersebut dilakukan berdasarkan kerja sama dan ketentuan yang telah disepakati antara pemerintah daerah dengan Perum Bulog.

Penyaluran mulai dilaksanakan sejak 24 Agustus 2026 dan menyasar sekitar 18 desa dan dusun di wilayah Kabupaten Barsel.

“Yang terakhir kita salurkan adalah Desa Lehai dan Desa Mangkatir,” jelasnya.

Untuk Desa Lehai, bantuan diberikan kepada 36 kepala keluarga dengan total 180 kilogram beras. Sedangkan di Desa Mangkatir, bantuan disalurkan kepada sekitar 80 kepala keluarga dengan total 400 kilogram beras.

Raden Nino menyebutkan, hingga 29 September 2026, cadangan pangan pemerintah daerah yang telah disalurkan mencapai sekitar 5.625 kilogram atau 5,6 ton beras, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 1.125 jiwa.

Ia mengatakan, penyaluran juga memperhatikan kondisi geografis dan akses masyarakat, terutama sejumlah wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat maupun sungai.

“Khusus Marau Lama dan Sungai Jaya memang jaraknya cukup jauh. Kemudian akses sungai juga mengalami kendala,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi akses tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menyalurkan bantuan pangan hingga ke wilayah yang membutuhkan.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga tengah merencanakan sejumlah langkah untuk mengatasi kendala akses, termasuk rencana pengerukan pada jalur yang mengalami pendangkalan.

Raden Nino berharap, pada 2027 mendatang anggaran cadangan pangan pemerintah daerah dapat ditingkatkan sehingga jangkauan penerima manfaat juga semakin luas.

“Harapannya ke depan pemerintah daerah dapat menganggarkan cadangan pangan lebih besar lagi. Kondisi masyarakat saat ini juga cukup sulit, sehingga pemerintah harus tetap hadir membantu, khususnya masyarakat ekonomi bawah,” pungkasnya. (RedMKO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!