Lewati ke konten

BUNTOK – Bupati Barito Selatan (Barsel) H. Eddy Raya Samsuri memimpin langsung apel koordinasi pendinginan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Selatan, Senin (31/8/2026).
Apel tersebut dihadiri Wakil Bupati Barsel Dr. Khristanto Yudha, unsur Forkopimda, Kapolres Barito Selatan AKBP Jecson R. Utapea, S.I.K., M.H., Dandim 1012/Buntok Letkol Inf. Muhammad Edi, S.I.P., Kepala BPBD, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Inspektorat, para camat, pimpinan Damkar, Satpol PP, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam amanatnya, Bupati Eddy Raya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini telah bekerja bersama dalam menangani Karhutla di wilayah Kabupaten Barito Selatan.
Menurutnya, penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan sinergi dan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, Damkar, KPHL, KPHP, BMKG, TAGANA hingga pemerintah desa dan masyarakat.
“Terima kasih kepada semua pihak, baik dari pemerintah daerah secara berjenjang, Bapak Wakil Bupati, Pj Sekda Barsel, TNI, Polri, Damkar, BPBD, KPHL, KPHP, BMKG, TAGANA, para camat, lurah, kepala desa dan relawan semuanya yang sudah berupaya melakukan yang terbaik untuk Barito Selatan,” ujar Eddy Raya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan berpartisipasi aktif dalam upaya pemadaman serta pendinginan titik-titik api yang masih berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Mari kita semua bahu-membahu memadamkan api kebakaran hutan dan lahan. Saya juga berharap partisipasi aktif warga masyarakat Barito Selatan. Mari kita birukan lagi langit Kabupaten kita,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Barito Selatan AKBP Jecson R. Utapea menegaskan komitmen jajaran kepolisian dalam melakukan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.
Selain penindakan, kepolisian juga akan meningkatkan patroli di sejumlah wilayah yang dinilai rawan terjadi Karhutla. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan sekaligus mempersempit potensi terjadinya kebakaran baru.
Di tempat yang sama, Dandim 1012/Buntok Letkol Inf. Muhammad Edi menjelaskan pola pergantian personel tim pemadam yang diterapkan di lapangan. Sistem tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi fisik personel agar tetap prima dan mencegah kelelahan saat menjalankan tugas.
“Di setiap regu tim telah disepakati. Tim pertama mengambil air dari titik air ke lokasi kebakaran, seperti mobil bak belakang dan tong besar. Tim kedua memakai truk tangki untuk penyiraman langsung ke titik api di dalam lahan. Regu lain juga dibagi,” jelasnya.
Menurutnya, pergantian personel dilakukan secara berkala. Tim yang telah bertugas sekitar 30 hingga 40 menit dan mulai mengalami kelelahan akan digantikan oleh tim berikutnya.
“Ibaratnya tim satu sudah capek dan lelah, diganti lagi dengan tim dua. Setelah 30-40 menit capek, diganti lagi oleh tim tiga dan seterusnya,” ujarnya.
Ia menegaskan seluruh tim pemadam dikerahkan secara maksimal dengan mengedepankan sinergi dan kerja sama. Pergantian personel menjadi bagian penting agar proses pemadaman dan pendinginan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Semua tim pemadam dikerahkan dan saling mendukung, bahu-membahu dan kerja sama, supaya api tidak hidup lagi. Yakin pasti mati total. Tim Karhutla jangan sampai sakit atau kelelahan, semua berputar dan bergantian dengan tim lain,” pungkasnya.
Apel koordinasi tersebut menjadi bentuk penguatan sinergi Pemerintah Kabupaten Barito Selatan bersama TNI-Polri, BPBD, Damkar, KPHL, KPHP, serta seluruh elemen masyarakat dalam mempercepat penanganan dan pendinginan Karhutla.
Melalui kerja sama dan keterlibatan seluruh pihak, Pemkab Barsel berharap penanganan Karhutla dapat dilakukan secara maksimal sehingga risiko kebakaran dan dampak kabut asap dapat ditekan, serta langit Barito Selatan kembali bersih dan biru.(RedMKO)
Related Posts
September 10, 2026
September 9, 2026
September 7, 2026
error: Content is protected !!