Beranda / News / Farid Yusran: APBD Barsel 2026 Berkurang Sekitar Rp200 Miliar

Farid Yusran: APBD Barsel 2026 Berkurang Sekitar Rp200 Miliar

BUNTOK – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) menggelar Rapat Paripurna ke-15 Tahun Anggaran 2026 dengan agenda persetujuan bersama antara Bupati Barito Selatan dan DPRD terhadap Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026.

Rapat paripurna berlangsung di Gedung Graha Paripurna DPRD Kabupaten Barito Selatan, Senin (14/9/2026), dan dipimpin Ketua DPRD Barsel, Ir. HM. Farid Yusran, MM.

Turut hadir Wakil Ketua I DPRD Barsel Ideham, Wakil Ketua II Rusinah, Wakil Bupati Barsel. Khristianto Yudha, ST., MT., Pj Sekda Barsel Dr. Ita Minarni, ST., MT., anggota DPRD, staf ahli DPRD, kepala OPD, perwakilan Polres Barsel, Kodim 1012/Buntok, Pengadilan Negeri Barsel, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelajar SMA/SMK di Buntok serta tamu undangan lainnya.

Usai rapat, Ketua DPRD Barsel Ir. HM. Farid Yusran mengatakan, rapat paripurna tersebut membahas nota kesepakatan perubahan Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara sebagai bagian dari proses penyusunan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026.

Farid menjelaskan, kondisi keuangan daerah pada tahun 2026 mengalami tekanan cukup signifikan. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Barsel mengalami penurunan sekitar Rp200 miliar dibandingkan sebelumnya.

“APBD Tahun Anggaran 2026 kita berkurang sekitar Rp200 miliar dibandingkan dengan sebelumnya. Ini karena berbagai hal, antara lain transfer keuangan daerah dari pusat berkurang, kemudian Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita juga mengalami penurunan,” ujarnya.

Menurutnya, penurunan PAD terjadi pada sejumlah sektor. Kondisi perekonomian yang sedang melemah, ditambah dampak kemarau panjang, turut memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat dan penerimaan daerah.

“Memang targetnya terlalu besar, karena kondisi sekarang ini keuangan daerah, perputaran uang juga makin sedikit. Dampaknya ke sana semua,” jelasnya.

Menghadapi kondisi tersebut, DPRD bersama pemerintah daerah melakukan penyesuaian dengan memangkas sejumlah program dan kegiatan yang dinilai belum menjadi prioritas.

“Kita hanya memangkas program kegiatan. Jadi pengurangan anggaran itu kita lakukan dengan mengurangi kegiatan. Makanya sampai hari ini kegiatan kita hampir nol, karena memang kondisi keuangan,” kata Farid.

Farid berharap pemerintah pusat dapat kembali memperkuat dukungan transfer ke daerah, mengingat struktur pendanaan Kabupaten Barito Selatan masih sangat bergantung pada dana transfer.

“Kita berharap nanti pusat bisa mengembangkan lagi, karena bagaimanapun anggaran kita sebagian besar bergantung kepada transfer pusat. Kalau transfer ini dikurangi, kita pun jadi payah,” tutupnya.(RedMKO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!