Beranda / Uncategorized / Kabut Asap Meningkat, Dinkes Barsel Kerahkan 12 Puskesmas

Kabut Asap Meningkat, Dinkes Barsel Kerahkan 12 Puskesmas

BUNTOK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Barito Selatan bergerak cepat dalam menangani dampak kabut asap yang mulai dirasakan masyarakat. Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari pembagian masker, sosialisasi pencegahan penyakit hingga penguatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Kepala Dinkes Barsel, dr. Dadang Baskoro Nugroho, mengatakan pihaknya telah melaksanakan berbagai upaya untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat kabut asap.

“Sudah dilakukan pembagian masker, sosialisasi pencegahan berbagai penyakit akibat asap, serta pengobatan penyakit yang berat akibat infeksi,” ujar Dadang, Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, ribuan masker telah dibagikan kepada masyarakat di wilayah Buntok maupun sejumlah kecamatan dan desa melalui 12 Puskesmas yang tersebar di Kabupaten Barito Selatan.

“Pembagian masker dilakukan oleh Dinkes dan seluruh 12 Puskesmas,” terangnya.

Dadang menjelaskan, Dinkes berperan sebagai regulator, sedangkan pelaksanaan teknis di lapangan dilakukan dan dikoordinasikan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas di seluruh wilayah Barito Selatan.

“Dinkes melaksanakan tugas sebagai regulator, dan pelaksanaannya dilakukan serta dikoordinasikan secara teknis oleh UPT Puskesmas se-Barito Selatan, sebanyak 12 Puskesmas,” jelasnya.

Selain pembagian masker dan penyuluhan kesehatan, Dinkes Barsel juga meningkatkan kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sejumlah tenaga medis telah ditempatkan di Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barsel.

Penempatan tenaga medis tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapan menghadapi kemungkinan meningkatnya keluhan kesehatan akibat paparan kabut asap, terutama gangguan pada saluran pernapasan.

Dinkes Barsel mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, maupun gangguan kesehatan lainnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat serta memastikan pelayanan kesehatan tetap siap selama kondisi udara belum kembali normal.(RedMKO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!