Beranda / Berita Daerah / DAK Kesehatan Difokuskan Perkuat Imunisasi,Cegah Stunting, dan Penuhi Tenaga Kesehatan di Barsel

DAK Kesehatan Difokuskan Perkuat Imunisasi,Cegah Stunting, dan Penuhi Tenaga Kesehatan di Barsel

Buntok – Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan (Barsel) akan terus mengoptimalkan pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kesehatan guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mendukung penyelesaian berbagai persoalan prioritas yang menjadi perhatian pemerintah pusat.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan yang digelar di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Selatan, Senin (6/7/2026).

Usai kegiatan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan, dr. Dadang Baskoro Nugroho, mengatakan bahwa Barsel menjadi salah satu daerah yang masuk dalam lokus perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan.

Menurutnya, terdapat empat program utama yang menjadi fokus pemerintah pusat, yakni peningkatan cakupan imunisasi, kesehatan ibu dan anak, penanggulangan penyakit menular khususnya tuberkulosis (TBC), serta pemenuhan tenaga kesehatan di Kabupaten Barito Selatan.

“Empat poin itu menjadi perhatian khusus dari pemerintah pusat karena dampaknya sangat besar dalam jangka panjang bagi kualitas kesehatan masyarakat,” ujar dr. Dadang.

Ia menjelaskan, pada sektor kesehatan ibu dan anak, pemerintah terus mendorong agar seluruh proses persalinan dilakukan sesuai standar dan ditangani oleh tenaga kesehatan. Langkah tersebut bertujuan menekan angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

Selain itu, program imunisasi juga terus diperkuat karena memiliki manfaat besar dalam melindungi anak dari berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. Menurutnya, cakupan imunisasi yang tinggi akan memberikan dampak positif terhadap kualitas kesehatan generasi mendatang.

Dalam upaya pencegahan stunting, Dinas Kesehatan Barsel juga terus meningkatkan pemantauan terhadap kondisi gizi ibu hamil dan balita.

“Kalau di Dinas Kesehatan, fokus kami adalah mencegah agar jangan sampai terjadi stunting. Karena kalau stunting itu sudah terjadi, berarti anak sudah mengalami gagal pertumbuhan,” jelasnya.

Untuk mendukung pencegahan tersebut, berbagai program terus dilaksanakan, di antaranya pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita, distribusi tablet tambah darah untuk ibu hamil, serta penyediaan berbagai suplemen gizi lainnya.

Meski demikian, dr. Dadang menegaskan bahwa penanganan anak yang telah mengalami stunting merupakan tanggung jawab lintas sektor dan menjadi bagian dari program pemerintah daerah secara menyeluruh, bukan hanya menjadi tugas Dinas Kesehatan.

Terkait pendanaan, ia memastikan dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui DAK kesehatan tetap tersedia setiap tahun dan berjalan berdampingan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Dana dari pusat ada setiap tahun. Jadi tidak semuanya menggunakan APBD. Program pusat dan daerah saling melengkapi, tidak berbenturan maupun bertabrakan, sehingga diharapkan mampu menyelesaikan berbagai permasalahan kesehatan yang ada,” katanya.

Ia menambahkan, pemenuhan tenaga kesehatan juga menjadi salah satu prioritas penting agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Barito Selatan dapat berjalan lebih optimal sesuai kebutuhan.(Tomi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!