Lewati ke konten

BUNTOK – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menyalurkan cadangan pangan pemerintah daerah kepada masyarakat yang terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta kekeringan.
Kadis DKPP Barsel.Ida Safitri.SP.,MM, melalui, Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Barsel, Raden Nino, mengatakan, penyaluran cadangan pangan tersebut dilakukan berdasarkan status tanggap darurat yang ditetapkan pemerintah daerah, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
“Dasar kegiatan ini adalah status tanggap darurat. Pemerintah daerah menyediakan cadangan pangan yang tujuannya membantu masyarakat yang terkena dampak Karhutla, baik kebakaran hutan dan lahan, pekarangan, kebun maupun dampak kekeringan,” kata Raden Nino dikantornya.Selasa(1/9/2026).
Ia menjelaskan, penyaluran dilakukan berdasarkan data masyarakat terdampak yang disampaikan melalui pemerintah desa dan kecamatan. Sejumlah desa yang telah menerima distribusi cadangan pangan antara lain Pararapak, Dusun Danau Jutuh, Madara, Tetei Lanan, Pamangka, Dangka, Bantai Bumbure, Rampa Mea, serta terakhir wilayah Malungai Raya.
“Data yang kami terima berasal dari desa melalui camat. Kemudian untuk distribusinya dikoordinasikan bersama BPBD, Jadi masyarakat yang benar-benar terkena dampak dan memenuhi kriteria berhak memperoleh bantuan tersebut,” jelasnya.
Raden Nino menegaskan, bantuan cadangan pangan tidak diberikan secara merata kepada seluruh masyarakat, melainkan diprioritaskan bagi warga yang benar-benar terdampak bencana, terutama mereka yang mengalami kerugian akibat kebakaran lahan, kebun maupun kekeringan.
Selain cadangan pangan pemerintah daerah, masyarakat juga mendapatkan dukungan dari program cadangan pangan pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“Bantuan dari pemerintah pusat melalui Bapanas sebanyak 10 kilogram, kemudian pemerintah daerah memberikan 5 kilogram. Jadi ada bantuan yang berasal dari pemerintah pusat dan 5 kilogram dari pemerintah daerah,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi efisiensi anggaran yang terjadi saat ini membuat kemampuan pemerintah daerah dalam memberikan bantuan juga harus disesuaikan. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya memberikan bantuan sesuai kemampuan yang tersedia agar dapat meringankan beban masyarakat terdampak.
Ia menambahkan, DKPP Barsel juga merencanakan penyaluran cadangan pangan ke sejumlah wilayah di daerah Karau Kuala dan Dusun hilir. Namun, rencana tersebut masih menunggu proses verifikasi data dari pihak kecamatan.
GB“Data masih dalam proses verifikasi karena data pembanding dari pemerintah pusat melalui Bapanas belum diterima oleh beberapa kecamatan,” ungkapnya.
Raden Nino juga meminta agar penyaluran bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat dilakukan secara terkoordinasi. Hal itu penting untuk mencegah terjadinya penerima bantuan ganda sekaligus memastikan pemerataan bantuan.
“Kalau pemerintah desa sudah menerima bantuan dari Bapanas, supaya ada pemerataan, masyarakat tersebut jangan lagi dimasukkan dalam jadwal penerima bantuan pemerintah daerah. Tujuannya agar sasaran bantuan bisa lebih banyak,” katanya.
Ia mengakui, pemerintah daerah tidak dapat melakukan pengecekan secara keseluruhan terhadap seluruh data penerima yang berasal dari desa. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan menjadi sangat penting dalam menentukan masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan.
“Kami sudah berkomunikasi dengan beberapa kecamatan untuk memilah mana masyarakat yang menerima bantuan dari Bapanas dan mana yang mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Raden Nino menyampaikan bahwa kondisi kekeringan akibat fenomena El Nino diperkirakan masih perlu diwaspadai hingga beberapa bulan ke depan. Berdasarkan hasil pemantauan, puncak dampak kekeringan diperkirakan terjadi pada September, kemudian mulai mengalami penurunan pada Oktober apabila kondisi cuaca mulai membaik.
“Dampak kekeringan ini diperkirakan masih berlangsung sampai Desember. Namun, apabila potensi hujan mulai muncul, kondisi tersebut tentunya dapat membantu mengurangi dampaknya,” pungkasnya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus berupaya mengoptimalkan cadangan pangan yang tersedia, sehingga di tengah kondisi efisiensi anggaran dan bencana kekeringan, masyarakat yang terdampak tetap mendapatkan perhatian dan bantuan sesuai dengan kebutuhan serta data yang telah diverifikasi.(RedMKO)
Related Posts
September 10, 2026
September 9, 2026
September 7, 2026
error: Content is protected !!